Ada surat kecil untuk Dinda

dari ujung ke ujung Sumatra

DindaRidhatur Rahmah

Gadis Pidie Jaya yang membuat Sabang terasa dekat, walau dilihat dari ujung Lampung.

0 hari saling mengisi cerita, terhitung sejak 20 April 2026
Lahir 24 Feb 2003
Asal Pidie Jaya, Aceh
Tinggi 158 cm
Sepatu 37
Hobi Badminton

Tentang Dinda

Di rumahnya, Dinda justru yang paling tinggi, melebihi mamak dan kakaknya. Katanya tinggi itu warisan dari ayahnya, seorang petani padi di sawah. Sesederhana itu, tapi selalu jadi bahan bercanda setiap kali cerita soal keluarga.

Sehari-hari ia mengajar di sebuah pesantren, memegang kelas SMP, sesekali ikut membantu menilai ujian anak-anak kelas bawah. Anak-anak muridnya memanggilnya ibu guru; sebelum itu, ia sempat kuliah D3 di sebuah politeknik di Banda Aceh, tempat kakaknya menetap.

Ia tidak suka berbohong, jarang benar-benar marah, dan lebih sering diam-diam serius di balik semua candaannya. Warna kesukaannya pink, makanan yang selalu berhasil menariknya adalah pempek, walau ia sendiri bilang rasanya tak pernah benar-benar sama seperti di Lampung.

Dari Ujung ke Ujung

Satu pulau, dua ujung. Kabar kita menempuh jarak itu setiap hari, bolak-balik, tanpa pernah terlambat.

Aceh ยท Ade Dinda Lampung ยท Abang โ™ฅ

Kisah Kita

20 April 2026

Awal cerita ini mulai terekam: obrolan panjang setiap hari, dari hal paling kecil sampai rencana paling besar, dari Lampung ke Aceh, dua ujung Pulau Sumatra yang tiba-tiba terasa dekat.

akhir April 2026

Panggilan "abang" dan "ade" mulai lahir, disusul julukan iseng "cabi" untuk pipinya. Nama MyBini pun menempel begitu saja di kontak chat, jauh sebelum semuanya benar-benar resmi.

Mei 2026

Candaan soal menikah jadi topik yang terus berulang, mulai dari siapa yang akan pindah suku, sampai mimpi tentang saling memasangkan cincin, yang katanya waktu itu cuma muncul di mimpi.

sepanjang musim berikutnya

Badminton jadi semacam bahasa cinta Dinda: main bersama teman-temannya hampir tiap minggu, sambil sesekali menyelipkan harapan kecil, suatu hari main berdua, bukan cuma lewat cerita video call.

sekarang

Masih di dua ujung Sumatra yang sama, masih saling menunggu kabar tiap hari, dan angka di atas halaman ini terus bertambah.

Kenapa Abang Sayang Ade

Ketuk kartunya satu per satu.

Yang Masih Jadi Mimpi

Menuju Ulang Tahun Dinda

0hari
0jam
0menit
0detik

Untuk Dinda

Terima kasih sudah sabar menunggu kabar dari ujung pulau yang jauh, sudah mau capek main badminton lalu masih sempat cerita hari ini gimana. Jarak Aceh dan Lampung memang panjang, tapi rasanya selalu lebih pendek setiap kali kita mengobrol. Tunggu abang ya, de.

โ€” Abangmu

Ingin Bilang Sesuatu?

Langsung chat ke WhatsApp, atau mampir ke Instagram.